Halaman Mutiara

love drama love architect

Sebuah keputusan 10/05/2011

Filed under: My day — Fuziruh @ 1:29 pm

Dalam Hidup terkadang kita harus selalu memilih. Meski terkadang kita salah memilih,  yang pasti jangan sampai kita menyesal atas pilihan kita itu.

Aku baru saja melakukan sebuah pilihan dalam hidupku. Yaitu melepaskan mimpi jadi arsitek dengan berhenti kuliah. Aku belum tahu pasti apakah aku akan menyesali keputusanku nanti atau akan mensyukurinya. Belum yakin benar apa aku berhenti untuk selamanya atau untuk sementara hanya untuk sekedar menjernihkan otakku yang jenuh.  Aku bilang pada mereka yang bertanya bahwa aku yakin, tapi sesungguhnya hati itu selalu berbantahan satu sama lain, seperti halnya ada iblis dan malaikat,maka Selalu ada kiri kanan, baik buruk atau mendukung dan tak mendukung. Aku bilang belum pasti karena perhentianku seperti ini bukan hanya sekali dua kali, melainkan setiap tengah semester dan akhir semester.

Jika ada yang bertanya apa alasan aku berhenti, aku pun tak tahu apa alasan sebenarnya. Karena jika ada niat tentu ada jalan. Kalau aku menyebutkan karena aku bodoh, tentu aku tak akan mendapat nilai yang lumayan dalam mata kuliahnya. Jika aku bilang tak ada waktu, temanku yang lain lebih tak ada waktu dariku.Aku hanya memanjakan hatiku saja.Yang ternyata menunjukan bahwa aku pengecut, tak bisa bertahan dalam berjuang untuk sebuah mimpi.

Saat menyelesaikan semester 2, aku cuti kuliah setahun, kemudian masuk semester 3 dengan semangat. Tapi saat tengah semester 3, aku goyah lagi, pikiran untuk berhenti ada meski tak kuungkapkan pada yang lain. Aku terus maju dengan terseok-seok dan jatuh pada akhir semester 3. Saat aku jatuh, ada yang mengulurkan tangannya untukku yaitu dosenku, mereka memberikanku kesempatan untuk maju terus dengan kekuatan yang tersisa sampai akhirnya aku menyelesaikan semester 3 dengan babak belur. Aku lanjut ke semster 4 dengan kembali semangat dan kekuatan penuh.

Kini adalah tengah semester 4 dan aku memutuskan berhenti tanpa alasan. Awal mulanya mungkin karena aku benar-benar susah menyelasikan siteplan untuk asrama yang akan ku rancang. Kata susah ini lebih pada menggerakkan hati dan tubuhku untuk menyelesaikannya. Hari demi hari hanya ada dalam benak tanpa kuterjemahkan dalam kertas maupun komputer. Hingga akhirnya waktu terbatas dan habis.  Allah memberikan ujian juga bantuan secara bersamaan. Saat aku tak mampu membuat maket, ada teman-temanku yang siap bantu. Saat aku jatuh sakit dan hanya bisa berbaring Allah kirimkan adikku dan ibuku untuk membantuku sehingga yang aku butuhkan hanyalah mengerjakan sesuai kemampuanku, tapi aku tak mengerjakannya. Itulah awalnya, sebuah rasa malas yang dimanja dan diayunkan.

Aku menunggu suatu kesempatan yang berulang, yang bisa merubah semuanya tanpa penyesalan. Aku membiarkan tubuhku diam tak bergerak menghadapi kebimbangan langkahku.  Aku menunggu Guru Kang seperti dalam Dream high korean Drama, aku menanti Go hye mi saat membangkitkan Song Sam Dong, atau sam dong yang membangkitkan jik goo. Aku menunggu sampai waktu habis, jika meraka tak datang. Maka aku akan tetap seperti ini, meski aku salah memilih tapi semoga tak akan menyesalinya.

Advertisements
 

2 Responses to “Sebuah keputusan”

  1. fifit Says:

    menyesal atau tidak juga pilihan yang entah nanti perlu disesali dua kali atau disukuri….kita hanya manusia biasa….tp tidak ada yg sia-sia


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s