Halaman Mutiara

love drama love architect

Dilema itu masih ada 13/05/2011

Filed under: My day — Fuziruh @ 4:52 pm

12 mei 2011

Aku baru pulang dari Cianjur, kota kelahiran dan tempat aku dibesarkan. Rumahku ada di Cianjur, tapi aku hanya mampir sebagai seorang tamu saja. Bosku diminta oleh pemilik Cianjur Supermal untuk jadi konsultannya dalam mengembangkan supermal yang sudah ada, yaitu membangun sebuah bangunan  disamping supermal tapi masih ada koneksi dari situ. Sebagai putra daerah, aku ditunjuk bosku sebagai petunjuk jalan dan mungkin kalau proyek ini jadi aku yang bantu menggambar.

Disini hatiku terpecut lagi untuk meneruskan mimpi jadi arsitek ketika baru saja aku menggembor-gemborkan bahwa aku akan berhenti kuliah arsitek selamanya. Teringat lagi niat pertama kali kenapa sampai aku berani masuk jurusan arsitektur. Bahwa aku ingin lebih baik lagi dalam bekerja. Sebagai drafter arsitektur kerap kali aku harus belajar membuat konsep desain atau dilepas untuk memikirkan solusi atas sebuah masalah dalam gambar. Bosku tak pernah menganggap drafternya hanya sebagai tukang gambar melainkan menuntut kami berpikir seperti Arsitek. Sebagai contoh, kemarin dia protes waktu melihat gambar toilet yang penempatan shaftnya kurang tepat.(shaft = Sebuah lubang menerus dari lantai atas sampai bawah untuk kebutuhan pipa atau kabel)

“Ini siapa yang minta shaft ditaro disini?”

“dari konsultan ME pak”

“mana bukti tertulis bahwa dia minta disini”.  Kami gak bisa jawab karena tak bisa menemukan catetan itu.

“Sebagai arsitek (yang arsitek kan Cuma dia) kita ga bisa cuma nurut disuruh-suruh aja  tanpa memperhatikan aspek lain. Emangnya kita tukang gambar (emang aku tukang gambar). Kita layani kebutuhan ME tapi jangan sampai mengganggu arsitektur.” Masih dalam hal sama toilet umum itu tak ada janitor.

“Ini kenapa tak ada janitor, masa tiap kali OBnya mau bersih-bersih naro peralatannya di bawah, bisa gempor tuh. Nanti yang ada mereka taro gitu aja di toilet yang jadinya ngerusak pemandangan”

“kenapa di lantai P1 ada sedang dilantai lain ga ada”

“mungkin karena lantai p1 lebih gede toiletnya” jawabku.

“trus karena kecil jadi ga butuh janitor gitu.Tetep aja itu perlu.”

“Kita arsitek (tuh kan lagi lagi bahwa dia anggap aku sebagai arsitek juga) harus bisa mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan yang ada. Sehingga kita perlu tahu apa aja kebiasaan dan kebutuhan dari pemakai bangunan tersebut. Kita harus memecahkan masalah bukannya nambah masalah”

Menganalisa kebutuhan dan menganalisa masalah disekitar kemudian membuat solusi dalam desain kita. Itu kata-kata Bosku yang sama persis seperti wejangan dosenku (Pak Danto dan Bu Primi ) saat sebelum aku mau mulai merancang sebuah karya. Saat seperti itulah hatiku ingin kembali mengejar ilmu-ilmu yang belum aku tahu.

Tapi kenapa aku memandang arsitek itu sulit bagiku. Saat bareng-bareng meeting mendengarkan bagaimana rencana yang dinginkan klien, isi kepalaku sama bosku pastinya jauh berbeda. Aku langsung berpikir ‘kayaknya ngegambarnya bakal sulit’. Tapi bosku langsung berkata ini bagusnya seperti ini dan ini,bla..bla..bla sambil menunjuk-nunjuk kearah sekitar. Mungkin kalau ini sebuah film, akan terjadi sebuah adegan seperti di Personal Taste saat lee min ho menorehkan gambar diudara dengan jarinya dan terlukislah gambar di angkasa.Sama sekali aku gak bisa menangkap bayangan akan seperti gimana, apalagi kebayang bangunan itu jadinnya mau gimana.Hal kayak gini yang bikin aku ciut lagi.Begitulah arsitek memperlakukan hatiku, membuat aku ingin meraihnya sekaligus memberikan ketakutanku menghadapinnya.Dan kini aku tak bisa menghadapi ketakutan itu.

Tak ada yang bisa membantuku kecuali diriku sendiri dan Allah. Karena mata dan telingaku tak bisa mendengar mereka yang pedulu atas kebimbangan hatiku.

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s