Halaman Mutiara

love drama love architect

My weakness 25/05/2012

Filed under: Mutiara kata,My day — Fuziruh @ 11:43 pm

Kelemahanku yang satu ini adalah kelemahanku dari dulu
kelemahan ini tak pernah berubah
kelemahan ini yang membawaku ke jurang purus asa
kelemahan ini yang menjadikanku tertatih terlambat tertinggal
kelemahan ini yang selalu jadi alasan ketika ada tanya kenapa berhenti
kelemahan inilah penyebab aku berpikir meninggalkan arsitektur
kelemahan ini dijadikan alibi tentang sebuah kemalasan dalam belajar
kelemahan itu adalah tanganku malah mengetik saat dia harus menarik garis
don’t know what to do, and then crying, writing and bengong ing berujung sleeping

Gambarku dari kelas 1 SD sampai kelas 6 SD ketika harus menggambar bebas.

 

2012 03/01/2012

Filed under: My day — Fuziruh @ 10:50 am

Tahun 2012 terasa lebih istimewa dibanding dengan tahun yang lain, entah kenapa. Mungkin juga karena isu bahwa akan terjadi kiamat di tahun 2012, atau karena punya tanggal cantik seperti 12-12-12 /20-12-2012. Aku pun berubah, dari mulai mencoba melepas kacamata diganti dengan lensa, posisi ruangan di tempat kerja, dan gaya rambutku.^_^.

Banyak orang mempunyai target nikah di tahun ini, termasuk aku. Bagi orang lain itu wajar saja untuk mempunyai target menikah di tahun ini, hanya tinggal mempersiapkan segalanya dan jadi. Bagiku pernyataan ini seperti sebuah mimpi yang masih menggantung. Sampai detik ini aku belum punya pacar alias masih jomblo, gimana caranya mau nikah?. Tapi aku selalu percaya kalau lahir, jodoh, dan mati itu rahasia Allah s.w.t .

Beberapa komentar pun terjadi tentang resolusi ini:

” Jangan ditarget-targetin kayak gitu, entar kalo ternyata gak bisa terwujud bisa kecewa dan frustasi. Jalanin aja apa adanya.”

” Aku kenalin sama temen-temenku yah, kali aja ada yang cocok, biar targetnya segera tercapai”

“Aaah aku juga punya target tahun ini nikah, bahkan tiap tahun aku bikin target, tapi selalu belum tercapai”

“Bagus, doain yah biar ibu ada biayanya, soalnya pengen bikin pesta gede kalau kamu nikah”

“Calonnya orang mana, sekali-kali ajak dong ke sini, kenalin sama saya”

“Kalo ampe pertengahan tahun 2012 belum ada calonnya, obral aja, maksudnya cari-cari mak comblang, atau mesti mau di jodohin ma ortu”

“Ha..ha..ha..ha”

“Mau bulan apa dilamarnya, sini aku lamar”

“menurut lamaran, kamu akan nikah di awal 2012 atau pertengahan”

Hidup itu harus ada rencana sobat, meski pada akhirnya rencana rencana itu kadang tidak berhasil terwujud atau gagal ditengah jalan, teruslah berencana. Yakinlah Allah akan mewujudkan rencana itu meski hanya satu dari seribu rencana yang kita buat. Jika pun tidak begitu Dia pasti menggantinya dengan rencanaNya yang lebih indah.

 

Dilema itu masih ada 13/05/2011

Filed under: My day — Fuziruh @ 4:52 pm

12 mei 2011

Aku baru pulang dari Cianjur, kota kelahiran dan tempat aku dibesarkan. Rumahku ada di Cianjur, tapi aku hanya mampir sebagai seorang tamu saja. Bosku diminta oleh pemilik Cianjur Supermal untuk jadi konsultannya dalam mengembangkan supermal yang sudah ada, yaitu membangun sebuah bangunan  disamping supermal tapi masih ada koneksi dari situ. Sebagai putra daerah, aku ditunjuk bosku sebagai petunjuk jalan dan mungkin kalau proyek ini jadi aku yang bantu menggambar.

Disini hatiku terpecut lagi untuk meneruskan mimpi jadi arsitek ketika baru saja aku menggembor-gemborkan bahwa aku akan berhenti kuliah arsitek selamanya. Teringat lagi niat pertama kali kenapa sampai aku berani masuk jurusan arsitektur. Bahwa aku ingin lebih baik lagi dalam bekerja. Sebagai drafter arsitektur kerap kali aku harus belajar membuat konsep desain atau dilepas untuk memikirkan solusi atas sebuah masalah dalam gambar. Bosku tak pernah menganggap drafternya hanya sebagai tukang gambar melainkan menuntut kami berpikir seperti Arsitek. Sebagai contoh, kemarin dia protes waktu melihat gambar toilet yang penempatan shaftnya kurang tepat.(shaft = Sebuah lubang menerus dari lantai atas sampai bawah untuk kebutuhan pipa atau kabel)

“Ini siapa yang minta shaft ditaro disini?”

“dari konsultan ME pak”

“mana bukti tertulis bahwa dia minta disini”.  Kami gak bisa jawab karena tak bisa menemukan catetan itu.

“Sebagai arsitek (yang arsitek kan Cuma dia) kita ga bisa cuma nurut disuruh-suruh aja  tanpa memperhatikan aspek lain. Emangnya kita tukang gambar (emang aku tukang gambar). Kita layani kebutuhan ME tapi jangan sampai mengganggu arsitektur.” Masih dalam hal sama toilet umum itu tak ada janitor.

“Ini kenapa tak ada janitor, masa tiap kali OBnya mau bersih-bersih naro peralatannya di bawah, bisa gempor tuh. Nanti yang ada mereka taro gitu aja di toilet yang jadinya ngerusak pemandangan”

“kenapa di lantai P1 ada sedang dilantai lain ga ada”

“mungkin karena lantai p1 lebih gede toiletnya” jawabku.

“trus karena kecil jadi ga butuh janitor gitu.Tetep aja itu perlu.”

“Kita arsitek (tuh kan lagi lagi bahwa dia anggap aku sebagai arsitek juga) harus bisa mengatasi masalah dan memenuhi kebutuhan yang ada. Sehingga kita perlu tahu apa aja kebiasaan dan kebutuhan dari pemakai bangunan tersebut. Kita harus memecahkan masalah bukannya nambah masalah”

Menganalisa kebutuhan dan menganalisa masalah disekitar kemudian membuat solusi dalam desain kita. Itu kata-kata Bosku yang sama persis seperti wejangan dosenku (Pak Danto dan Bu Primi ) saat sebelum aku mau mulai merancang sebuah karya. Saat seperti itulah hatiku ingin kembali mengejar ilmu-ilmu yang belum aku tahu.

Tapi kenapa aku memandang arsitek itu sulit bagiku. Saat bareng-bareng meeting mendengarkan bagaimana rencana yang dinginkan klien, isi kepalaku sama bosku pastinya jauh berbeda. Aku langsung berpikir ‘kayaknya ngegambarnya bakal sulit’. Tapi bosku langsung berkata ini bagusnya seperti ini dan ini,bla..bla..bla sambil menunjuk-nunjuk kearah sekitar. Mungkin kalau ini sebuah film, akan terjadi sebuah adegan seperti di Personal Taste saat lee min ho menorehkan gambar diudara dengan jarinya dan terlukislah gambar di angkasa.Sama sekali aku gak bisa menangkap bayangan akan seperti gimana, apalagi kebayang bangunan itu jadinnya mau gimana.Hal kayak gini yang bikin aku ciut lagi.Begitulah arsitek memperlakukan hatiku, membuat aku ingin meraihnya sekaligus memberikan ketakutanku menghadapinnya.Dan kini aku tak bisa menghadapi ketakutan itu.

Tak ada yang bisa membantuku kecuali diriku sendiri dan Allah. Karena mata dan telingaku tak bisa mendengar mereka yang pedulu atas kebimbangan hatiku.

 

Sebuah keputusan 10/05/2011

Filed under: My day — Fuziruh @ 1:29 pm

Dalam Hidup terkadang kita harus selalu memilih. Meski terkadang kita salah memilih,  yang pasti jangan sampai kita menyesal atas pilihan kita itu.

Aku baru saja melakukan sebuah pilihan dalam hidupku. Yaitu melepaskan mimpi jadi arsitek dengan berhenti kuliah. Aku belum tahu pasti apakah aku akan menyesali keputusanku nanti atau akan mensyukurinya. Belum yakin benar apa aku berhenti untuk selamanya atau untuk sementara hanya untuk sekedar menjernihkan otakku yang jenuh.  Aku bilang pada mereka yang bertanya bahwa aku yakin, tapi sesungguhnya hati itu selalu berbantahan satu sama lain, seperti halnya ada iblis dan malaikat,maka Selalu ada kiri kanan, baik buruk atau mendukung dan tak mendukung. Aku bilang belum pasti karena perhentianku seperti ini bukan hanya sekali dua kali, melainkan setiap tengah semester dan akhir semester.

Jika ada yang bertanya apa alasan aku berhenti, aku pun tak tahu apa alasan sebenarnya. Karena jika ada niat tentu ada jalan. Kalau aku menyebutkan karena aku bodoh, tentu aku tak akan mendapat nilai yang lumayan dalam mata kuliahnya. Jika aku bilang tak ada waktu, temanku yang lain lebih tak ada waktu dariku.Aku hanya memanjakan hatiku saja.Yang ternyata menunjukan bahwa aku pengecut, tak bisa bertahan dalam berjuang untuk sebuah mimpi.

Saat menyelesaikan semester 2, aku cuti kuliah setahun, kemudian masuk semester 3 dengan semangat. Tapi saat tengah semester 3, aku goyah lagi, pikiran untuk berhenti ada meski tak kuungkapkan pada yang lain. Aku terus maju dengan terseok-seok dan jatuh pada akhir semester 3. Saat aku jatuh, ada yang mengulurkan tangannya untukku yaitu dosenku, mereka memberikanku kesempatan untuk maju terus dengan kekuatan yang tersisa sampai akhirnya aku menyelesaikan semester 3 dengan babak belur. Aku lanjut ke semster 4 dengan kembali semangat dan kekuatan penuh.

Kini adalah tengah semester 4 dan aku memutuskan berhenti tanpa alasan. Awal mulanya mungkin karena aku benar-benar susah menyelasikan siteplan untuk asrama yang akan ku rancang. Kata susah ini lebih pada menggerakkan hati dan tubuhku untuk menyelesaikannya. Hari demi hari hanya ada dalam benak tanpa kuterjemahkan dalam kertas maupun komputer. Hingga akhirnya waktu terbatas dan habis.  Allah memberikan ujian juga bantuan secara bersamaan. Saat aku tak mampu membuat maket, ada teman-temanku yang siap bantu. Saat aku jatuh sakit dan hanya bisa berbaring Allah kirimkan adikku dan ibuku untuk membantuku sehingga yang aku butuhkan hanyalah mengerjakan sesuai kemampuanku, tapi aku tak mengerjakannya. Itulah awalnya, sebuah rasa malas yang dimanja dan diayunkan.

Aku menunggu suatu kesempatan yang berulang, yang bisa merubah semuanya tanpa penyesalan. Aku membiarkan tubuhku diam tak bergerak menghadapi kebimbangan langkahku.  Aku menunggu Guru Kang seperti dalam Dream high korean Drama, aku menanti Go hye mi saat membangkitkan Song Sam Dong, atau sam dong yang membangkitkan jik goo. Aku menunggu sampai waktu habis, jika meraka tak datang. Maka aku akan tetap seperti ini, meski aku salah memilih tapi semoga tak akan menyesalinya.